Aceh Tamiang | newsline id — Dalam rangka menjalankan perintah agama perihal berkurban dihari Raya Idul Adha serta menjaga dan melestarikan budaya keharmonisan hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar, PT Benih Aceh Tamiang (BETAMI) menyalurkan daging sapi kepada warga sekitar.
Humas PT BETAMI, Kholidi menyebutkan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian perintah agama Islam, yaitu memperingati dan merayakan Hari Raya Idul Adha dan untuk mengajarkan nilai-nilai keikhlasan dalam suatu pengorbanan dijalan Allah SWT, yaitu diperintahkan oleh-Nya untuk berkorban bagi yang memiliki kemampuan.
Dalam hal ini, Managemen PT BETAMI memastikan keberadaan perusahaan ditengah-tengah masyarakat tetap konsisten berkontribusi sosial dilingkungannya, berkenaan dengan Hari Raya Idul Adha 1447 H kali ini, PT BETAMI (Benih Tamiang) Kebun Rantau Kabupaten Aceh Tamiang membagikan daging Qurban kepada masyarakat sekitar , Rabu (27/05).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selain adanya perintah Allah SWT untuk berqurban, perusahaan juga memiliki
program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan,” ujar Kholidi kepada newsline.id, Kamis (28/05/26).
Dikatakan Kholidi, atas dasar kepedulian antar sesama, melalui program TJSL ini, PT Betami ingin memastikan kehadirannya tidak hanya berfokus pada bisnis perkebunan, melainkan juga pada kontribusi sosial.
Kholidi menjelaskan, bahwa ada 6 ekor sapi yang disembelih oleh pihak PT Betami Aceh Tamiang pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H ini.
“Daging kurban tersebut dibagikan kepada karyawan dan masyarakat sekitar sebagai bagian dari program TJSL perusahaan,” terang Kholidi.
Diungkapkannya, bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap karyawan dan warga di sekitar wilayah operasional.
” Idul Adha merupakan momentum tepat untuk memperkuat nilai kebersamaan, keikhlasan, dan tanggung jawab sosial perusahaan. Pada Lebaran kurban tahun ini, PT Betami menyembelih hewan kurban di dua titik, yakni dilingkungan karyawan perkebunan dan lingkungan Pabrik Kelapa Sawit (PKS),” kata Kholidi.
Penulis : Suparmin
Editor : Ama Robby










