Tutup Dan Stop Perbaikan Jalan Enang-enang, KPA Bener Meriah : BPJN Aceh Jangan Lukai Perasaan Orang Gayo

Kamis, 25 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bener Meriah I Newsline.id  – Pernyataan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnain, yang menyebut opsi “menutup Jalan Enang-Enang” menuai kritik dari berbagai kalangan. Kali ini, kritik datang dari tokoh Komite Peralihan Aceh (KPA) Kabupaten Bener Meriah, Tengku Anwar alias Pang Gentes, yang menilai pernyataan tersebut tidak menghargai perjuangan masyarakat Gayo yang selama ini bergotong royong mempertahankan akses jalan tersebut.

Menurut Pang Gentes, dalam falsafah Gayo terdapat ungkapan, “Wajib atas tempat, warus barang kapat,” yang bermakna bahwa hal-hal penting tidak boleh sembarangan diucapkan, kecuali pada tempat dan waktu yang tepat. Filosofi itu, katanya, seharusnya menjadi pedoman bagi setiap pemimpin ketika menyampaikan kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

“Termasuk dalam persoalan Jalan dan Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo. Kepala BPJN Aceh tidak patut mengucapkan kalimat ‘tutup Jalan Enang-Enang’. Ucapan seperti itu sangat melukai perasaan masyarakat,” kata Pang Gentes, Kamis (25/06/26).

Ia menegaskan, jalan tersebut bukan sekadar jalur transportasi biasa, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat di kawasan pedalaman Gayo. Karena itu, setiap pernyataan yang mengarah pada penghentian akses jalan dinilai dapat memunculkan keresahan dan kekecewaan di tengah masyarakat.

Pang Gentes secara khusus menyoroti perjuangan warga yang selama ini berupaya mempertahankan akses jalan pasca bencana longsor dan banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada tahun lalu. Menurutnya, banyak masyarakat yang secara sukarela menyumbangkan tenaga, pikiran, hingga dana untuk membantu memperbaiki kondisi jalan yang rusak.

“Pernyataan itu juga melukai perasaan sahabat saya Syahrial dan masyarakat yang berdonasi membantu negara. Mereka bergotong royong karena ingin akses masyarakat tetap terbuka. Mereka membantu negara ketika negara belum mampu hadir secara cepat di lokasi,” ujar eks kombatan GAM dimasa konflik Aceh tersebut.

READ  Dalami Peran Panglima Laot, Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Gelar Kuliah Lapangan

Gentes juga menilai semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat seharusnya mendapat apresiasi, bukan justru dihadapkan pada wacana penutupan jalan. Pemerintah, kata dia, perlu lebih mengedepankan pendekatan dialog dan mendengar aspirasi masyarakat sebelum mengambil keputusan strategis terkait infrastruktur yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Lebih lanjut, Pang Gentes berharap BPJN Aceh dapat meninjau kembali narasi yang berkembang terkait Jalan Enang-Enang dan mengedepankan solusi teknis yang berorientasi pada keselamatan sekaligus keberlanjutan akses masyarakat.

“Kalau memang ada persoalan teknis, mari duduk bersama mencari solusi. Jangan sampai masyarakat yang sudah berjuang mempertahankan jalan ini merasa perjuangannya tidak dihargai,” tegasnya.

Menurut Pang Gentes, pembangunan infrastruktur tidak hanya berbicara soal konstruksi dan anggaran, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap nilai-nilai sosial, budaya, dan perasaan masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari solusi.

READ  Satpol-PP dan WH Aceh Singkil Gerebek Tempat Karaoke di Gunung Meriah, Enam Pemandu Lagu Diamankan

“Orang Gayo memiliki harga diri dan semangat gotong royong yang kuat. Karena itu, setiap kebijakan dan pernyataan pejabat publik harus mempertimbangkan aspek kemanusiaan. Jangan sampai kepercayaan masyarakat yang telah membantu negara justru terluka oleh ucapan yang tidak bijak,” pungkas Gentes.

Penulis : Ama Robby

Editor : Ama Robby

Berita Terkait

Jangan Asal Cap PETI, APRI: Penambang Rakyat Bukan Penjahat, Negara Harus Bedakan Mana Cukong Tambang
Rehab Pasca Bencana Aceh, PETA : BUMN Utamakan Tenaga Kerja Lokal
Gubernur Aceh Kirim.Utusan Temui Sekretariat Negara, Bahas Implementasi MoU Helsinki Dan Keberlanjutan Perdamaian Aceh
40 Perwakilan SPPP-SPSI Se-Provinsi Jambi Ikuti Pelatihan PPHI, K3 Dan Hukum
Nasir Nurdin Bulatkan Tekad Nahkodai PWI Aceh Babak II
Perta Arun Gas Gelar Jum’at Bersih, Agus Mukorobin : Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih Dan Sehat
Komisi II DPRK Aceh Utara Kunjungi BKSDA, Ada Apa
Komandoi STARFINFO, Wiga Putra Bener Meriah : Saya Siap Bawa Inovasi Indonesia Ke Panggung Global
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 16:01 WITA

Jangan Asal Cap PETI, APRI: Penambang Rakyat Bukan Penjahat, Negara Harus Bedakan Mana Cukong Tambang

Senin, 27 Juli 2026 - 15:39 WITA

Rehab Pasca Bencana Aceh, PETA : BUMN Utamakan Tenaga Kerja Lokal

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:01 WITA

Gubernur Aceh Kirim.Utusan Temui Sekretariat Negara, Bahas Implementasi MoU Helsinki Dan Keberlanjutan Perdamaian Aceh

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:32 WITA

40 Perwakilan SPPP-SPSI Se-Provinsi Jambi Ikuti Pelatihan PPHI, K3 Dan Hukum

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:08 WITA

Nasir Nurdin Bulatkan Tekad Nahkodai PWI Aceh Babak II

Berita Terbaru

Advetorial

Nasir Nurdin Bulatkan Tekad Nahkodai PWI Aceh Babak II

Minggu, 19 Jul 2026 - 13:08 WITA