Tugu Perjuangan TKR Cunda Terbengkalai, YARA : Pemkot Jangan Lupa Sejarah

Minggu, 27 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lhokseumawe I Newsline.id – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menyayangkan kondisi Tugu Perlawanan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terhadap pasukan Jepang di kawasan Keude Cunda, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, yang dinilai kumuh dan minim perawatan.
‎
‎Hal ini disampaikan oleh Kepala Perwakilan YARA Lhokseumawe, Ibnu Sina, mengatakan kondisi tersebut sangat disayangkan mengingat tugu tersebut merupakan salah satu penanda sejarah perjuangan rakyat Aceh dalam mempertahankan kemerdekaan pada masa awal berdirinya Republik Indonesia.
‎
‎Ibnu menyebutkan keberadaan monumen sejarah semestinya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Terlebih, tugu tersebut berada di jalur utama menuju pusat Kota Lhokseumawe dan kawasan Pasar Cunda yang ramai dilalui masyarakat.
‎
‎“Kami sangat menyayangkan kondisi Tugu Perlawanan TKR ini. Letaknya strategis di pintu masuk menuju pusat Kota Lhokseumawe yang dijuluki sebagai Kota Petro dollar dan menjadi salah satu pemandangan pertama bagi masyarakat maupun pendatang yang memasuki kota ini,” kata Ibnu Sina, Minggu (27/09/26).
‎
‎Ibnu menilai, kondisi tugu yang tidak terawat bukan sekadar persoalan estetika, tetapi juga menyangkut bagaimana pemerintah dan masyarakat menjaga memori sejarah perjuangan bangsa.
‎
‎“Jangan sampai tugu perjuangan hanya menjadi simbol tanpa perhatian. Menghormati jasa para pejuang tidak cukup dengan mengenang namanya, tetapi juga dengan merawat peninggalan sejarah yang menjadi pengingat perjuangan mereka,” ujar Ibnu.
‎
‎Tugu tersebut merupakan penanda perlawanan Tentara Keamanan Rakyat (TKR), yang kemudian menjadi bagian dari sejarah terbentuknya Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap pasukan Jepang yang masih berada di Aceh pada masa transisi setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
‎
‎Monumen yang berada di kawasan Peukan Cunda, tepatnya di akses menuju pusat Pasar Cunda, juga menjadi pengingat keterlibatan masyarakat Pase dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia pada masa awal republik.
‎
‎Ibnu Sina bersama Kepala Perwakilan YARA Aceh Utara, Nisa Ulfitri, dan Kepala Perwakilan YARA Aceh Besar, M. Nur, telah meninjau langsung kondisi tugu tersebut.
‎
‎Dari hasil peninjauan, mereka menilai kondisi fisik maupun lingkungan sekitar monumen membutuhkan pembenahan dan perawatan secara serius.
‎
‎“Kami sudah melihat langsung kondisinya. Memang terlihat kumuh dan tidak terawat. Karena itu, kami meminta Wali Kota Lhokseumawe memberikan perhatian serius, termasuk melakukan perbaikan dan perawatan terhadap tugu ini,” tegas Ibnu.
‎
‎Menurutnya, penataan dan pemeliharaan monumen sejarah seharusnya ditempatkan sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga identitas kota sekaligus memperkenalkan sejarah perjuangan kepada generasi muda Aceh dimassa mendatang.
‎
‎“Merawat tugu berarti merawat sejarah. Jangan sampai generasi berikutnya hanya mengenal perjuangan para pendahulu dari buku, sementara peninggalan sejarah yang ada di depan mata justru dibiarkan terbengkalai,” pungkasnya Ibnu.

READ  Ketua PETA Bener Meriah Pastikan Masyarakat Tengah dan Tenggara Aceh Tetap Bersatu Menjaga NKRI

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penulis : Ama Robby

Editor : Ama Robby

Berita Terkait

Polda Aceh Serahkan Beasiswa Ustadz Adi Hidayat Dan Sahabat Untuk 2 Hafiz 30 Juz Al-Qur’an
Kapolri Luncurkan Program Quick Win, Kapolda Aceh Rangkul Pencari Kerja Melalui Poliran
Pekan Nasional Pelayanan Publik, FISIP UIN Ar-Raniry Hadirkan Orasi Ilmiah Ombudsman
Kunjungi Fakultas Hukum USM, DR Nurlis : Ini Pertemuan Dua Jubir Pemerintah Aceh
Hentakan Irjen Pol Ruddi, Cuma Butuh 6 Hari Amankan  22 Tersangka Dan 18 Kendaraan Kasus BBM Subsidi
Irjen Pol Ruddi Harapan Baru Masyarakat Aceh Dalam Penataan BBM Subsidi
Ketua MKD DPR RI Apresiasi Langkah Polda Aceh Tangkap Penimbun Solar
Pimpin Sertijab Wakapolda Aceh Brigjen Pol Latif Usman, Ini Harapan Kapolda
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Polda Aceh Serahkan Beasiswa Ustadz Adi Hidayat Dan Sahabat Untuk 2 Hafiz 30 Juz Al-Qur’an

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:40 WITA

Kapolri Luncurkan Program Quick Win, Kapolda Aceh Rangkul Pencari Kerja Melalui Poliran

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:54 WITA

Pekan Nasional Pelayanan Publik, FISIP UIN Ar-Raniry Hadirkan Orasi Ilmiah Ombudsman

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:24 WITA

Kunjungi Fakultas Hukum USM, DR Nurlis : Ini Pertemuan Dua Jubir Pemerintah Aceh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 00:05 WITA

Hentakan Irjen Pol Ruddi, Cuma Butuh 6 Hari Amankan  22 Tersangka Dan 18 Kendaraan Kasus BBM Subsidi

Berita Terbaru