6 Bulan Pasca Musibah Hidrometeorologi Aceh Sumatera, Sawah Di Aceh Tamiang Mulai Direhabilitasi

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang | Newsline.id — Sisa endapan lumpur akibat banjir bandang yang meluluh lantakkan wilayah Aceh, Sumutera Utara dan Sumatera Barat pada November 2025 silam yang menutupi lahan persawahan milik petani di Kabupaten Aceh Tamiang mulai dibersihkan.

Kegiatan ini dilakukan melalui Program rehabilitasi sawah, sebagai upaya percepatan pemulihan lahan pertanian pascabanjir yang rusak akibat bencana hidrometeorologi yang juga melanda di kabupaten Aceh Tamiang saat itu.

Plt Kepala Dinas Pertanian Aceh Tamiang, drh. Yusbar melalui Kepala Bidang Irwan Hadi SP, mengatakan rehabilitasi sawah ini dilakukan dalam upaya memulihkan fungsi lahan pertanian dan jaringan air yang rusak terpendam lumpur agar menjadi produktif kembali.

Irwan Hadi menyebutkan, saat ini program rehabilitasi lahan persawahan pascabencana di Aceh Tamiang ditargetkan mencapai 712 hektare.

“Targetnya, pertengahan Juni pekerjaan harus selesai semuanya dengan menggunakan alat berat jenis buldoser,” ungkap Irwan, Kamis, (21/05/26).

Lanjut Irwan, proses rehabilitasi ditargetkan tuntas pada pertengahan Juni 2026, mencakup pekerjaan striping dan perapian pematang, pekerjaan program Pemerintah Pusat dimaksud merupakan kersama antara Dinas Pertanian Aceh dengan Kodam Iskandar Muda.

Ditanya tentang kemampuan target penyelesaian pekerjaan dengan keluasan 712 hektar dengan waktu yang tergolong singkat tersebut, Irwan menyatakan rasa optimis, meskipun memiliki kendala sulitnya mencari alat berat.

“Kendala utamanya sulit mencari alat berat, karena kegiatan serupa juga dilakukan disejumlah Kabupaten di Aceh yang terdampak banjir, sedangkan pekerjaan dilakukan secara serempak,” terangnya.

READ  Warga Sebatang Desak APH Usut Dugaan Penggelapan Dana BUMDes Rp174 Juta

Irwan tidak menyangkal akan dikenakan sanksi jika perjaan tidak tuntas sesuai waktu yang ditargetkan.

“Sanksinya jelas ada, sesuai kesepakatan yang dibuat melalui MoU antara Dinas Pertanian Aceh dengan Kodam Iskandar Muda. Pemotongan anggaran jika tidak selesai target, itu ancamannya,” jelasnya.

Ditambah Irwan, untuk mendukung berbagai program tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp9.612.000.000 miliar. Dana ini digunakan untuk rehabilitasi sawah, optimalisasi lahan, sebutnya.

Kata Irwan, selain rehabilitasi, Dinas Pertanian juga menjalankan program optimalisasi lahan yang mencakup perbaikan infrastruktur pertanian, meliputi pembangunan dan perbaikan saluran air, pompanisasi, pembuatan sumur bor serta Rehab mesin pompa.

Sementara itu, untuk lokasi pengerjaannya tersebar di tiga kecamatan, yakni di Kecamatan Karang Baru, Bendahara dan Manyak Payed.

READ  PT PIM Dan Kejati Gelar Seminar Hukum, Wakajati Aceh : Penerapan KUHAP Baru Dalam Pencegahan Korupsi

Selanjutnya, kata Irwan Hadi, selain direhab, petani juga dibantu dengan pengolahan lahan, sehingga petani dapat memanfaatkan kembali lahan Sawahnya.

Program rehabilitasi lahan sawah ini, untuk Aceh Tamiang, pihaknya bekerjasama dengan pihak Kodim 0117/Aceh Tamiang.

“Kami berharap, melalui dukungan anggaran dari Kementerian Pertanian, lahan sawah yang terdampak bencana dapat segera kembali produktif dan dimanfaatkan oleh masyarakat, sehingga dapat menjaga ekonomi ma­sya­rakat dan ketahanan pangan,” ungkapnya.

Penulis : Suparmin

Editor : Ama Robby

Berita Terkait

Jangan Asal Cap PETI, APRI: Penambang Rakyat Bukan Penjahat, Negara Harus Bedakan Mana Cukong Tambang
Rehab Pasca Bencana Aceh, PETA : BUMN Utamakan Tenaga Kerja Lokal
Gubernur Aceh Kirim.Utusan Temui Sekretariat Negara, Bahas Implementasi MoU Helsinki Dan Keberlanjutan Perdamaian Aceh
40 Perwakilan SPPP-SPSI Se-Provinsi Jambi Ikuti Pelatihan PPHI, K3 Dan Hukum
Nasir Nurdin Bulatkan Tekad Nahkodai PWI Aceh Babak II
Perta Arun Gas Gelar Jum’at Bersih, Agus Mukorobin : Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih Dan Sehat
Komisi II DPRK Aceh Utara Kunjungi BKSDA, Ada Apa
Komandoi STARFINFO, Wiga Putra Bener Meriah : Saya Siap Bawa Inovasi Indonesia Ke Panggung Global
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 16:01 WITA

Jangan Asal Cap PETI, APRI: Penambang Rakyat Bukan Penjahat, Negara Harus Bedakan Mana Cukong Tambang

Senin, 27 Juli 2026 - 15:39 WITA

Rehab Pasca Bencana Aceh, PETA : BUMN Utamakan Tenaga Kerja Lokal

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:01 WITA

Gubernur Aceh Kirim.Utusan Temui Sekretariat Negara, Bahas Implementasi MoU Helsinki Dan Keberlanjutan Perdamaian Aceh

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:32 WITA

40 Perwakilan SPPP-SPSI Se-Provinsi Jambi Ikuti Pelatihan PPHI, K3 Dan Hukum

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:08 WITA

Nasir Nurdin Bulatkan Tekad Nahkodai PWI Aceh Babak II

Berita Terbaru

Advetorial

Nasir Nurdin Bulatkan Tekad Nahkodai PWI Aceh Babak II

Minggu, 19 Jul 2026 - 13:08 WITA