Dalami Peran Panglima Laot, Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Gelar Kuliah Lapangan

Sabtu, 16 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh I Newsline.id – Sejumlah Mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala mengikuti kuliah lapangan di Kantor Lembaga Hukum Adat Laot/Panglima Laot Aceh di Baet Aceh Besar, Sabtu, (16/0526).

Kegiatan ini mendiskusikan sejarah, fungsi dan peran Lembaga Hukum AdatLaut ( Laot/- Red) / Panglima Laot dalam kehidupan masyarakat pesisir di Aceh.

Kuliah lapangan tersebut diinisiasi oleh dosen Agribisnis Fakultas Pertanian USK, Monalisa dan Sekretaris Panglima Laot Aceh, Azwir Nazar yang hadir sebagai narasumber.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui kuliah lapangan ini, mahasiswa selain dikenalkan peran dan fungsi Panglima Laot, juga sharing session tentang praktik baik apa yang selama ini dilakukan para Panglima Laot dan nelayan Aceh.

READ  Wagub Aceh Fadhlullah Tutup Jeumala Cup XIV, Ajak Alumni Jaga Sportivitas dan Solidaritas

Azwir Nazar menjelaskan bahwa Panglima Laot memiliki historis yang panjang dalam masyarakat Aceh mulai abad ke 14.

“Panglima Laot ini merupakan Lembaga Persekutuan Adat sejak abad ke 14. Bagaimana dulu para indatu kita memobilisasi perang melawan Portugis, lalu masa Iskandar Muda menjadi pemungut cukai di Selat Malaka hingga masa kemerdekaan dan bergabung dengan Indonesia,” terang Azwir yang merupakan mantan Presiden PPI Turki tersebut.

Sesuai dengan perkembangan zaman, lanjur Azwir saat ini ada 3 peran dan fungsi utama Panglima Laot Aceh, pertama; menjaga keamanan laut, menjaga ekosistem laut dan menjaga adat istiadat.

Lebih lanjut Azwir menegaskan bahwa Panglima Laot memiliki kepengurusan di tingkat Provinsi disebut Panglima Laot Aceh, Panglima Laot Kabupaten/Kota hingga panglima laot Lhok di 200 Lhok di seluruh Aceh.

READ  Dinas Perhubungan Aceh Singkil Gelar Bakti Sosial Peringati Harhubnas 2025

Dalam penyampaiannya, Azwir membagikan pengalaman ketika berhadapan langsung dengan kedatangan pengungsi Rohingya ke Aceh beberapa waktu lalu yang sempat menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Jangankan manusia, hewan yang terapung di laut dan membutuhkan pertolongan pun wajib ditolong,” ujar Azwir. Itu yang mendasari nelayan kita menolong siapapun yang butuh pertolongan di laut, tambah Azwir.

Azwir menyampaikan apresiasinya atas kehadiran mahasiswa dan dosen Agribisnis USK di Sekretariat Panglima Laot Aceh.

“Kami senang dapat berbagi dengan adik-adik mahasiswa dan ibu dosen tentang praktik baik serta pengalaman para tokoh Panglima Laot di Aceh dalam menjaga kearifan lokal. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan dapat membuka peluang kolaborasi di masa mendatang,” ujarnya.

READ  Kreasi Kuliner Khas Pidie Jaya Antar PKK Raih Juara II Tingkat Provinsi Aceh

Sementara itu, Monalisa mengatakan bahwa kuliah lapangan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai salah satu kelembagaan adat di Aceh beserta keistimewaannya.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami peran, fungsi, dan tantangan yang dihadapi lembaga Panglima Laot ke depan.

“Tujuan kami mengajak mahasiswa ke sini adalah agar mereka memperoleh pemahaman tentang kelembagaan adat di Aceh, khususnya Panglima Laot. Mahasiswa juga diharapkan dapat memahami permasalahan nelayan serta aspek sosial, ekonomi, dan ekologi dalam bidang kelautan dan perikanan,” ujar Monalisa.

Penulis : M Farid S

Editor : Ama Robby

Berita Terkait

Jangan Asal Cap PETI, APRI: Penambang Rakyat Bukan Penjahat, Negara Harus Bedakan Mana Cukong Tambang
Rehab Pasca Bencana Aceh, PETA : BUMN Utamakan Tenaga Kerja Lokal
Gubernur Aceh Kirim.Utusan Temui Sekretariat Negara, Bahas Implementasi MoU Helsinki Dan Keberlanjutan Perdamaian Aceh
40 Perwakilan SPPP-SPSI Se-Provinsi Jambi Ikuti Pelatihan PPHI, K3 Dan Hukum
Perta Arun Gas Gelar Jum’at Bersih, Agus Mukorobin : Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih Dan Sehat
Komisi II DPRK Aceh Utara Kunjungi BKSDA, Ada Apa
Komandoi STARFINFO, Wiga Putra Bener Meriah : Saya Siap Bawa Inovasi Indonesia Ke Panggung Global
Telak Sisihkan Dua Rival, Sah Syahril Jadi Ketua PUK SPPP-SPSI Socfindo Sei Liput
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 16:01 WITA

Jangan Asal Cap PETI, APRI: Penambang Rakyat Bukan Penjahat, Negara Harus Bedakan Mana Cukong Tambang

Senin, 27 Juli 2026 - 15:39 WITA

Rehab Pasca Bencana Aceh, PETA : BUMN Utamakan Tenaga Kerja Lokal

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:01 WITA

Gubernur Aceh Kirim.Utusan Temui Sekretariat Negara, Bahas Implementasi MoU Helsinki Dan Keberlanjutan Perdamaian Aceh

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:32 WITA

40 Perwakilan SPPP-SPSI Se-Provinsi Jambi Ikuti Pelatihan PPHI, K3 Dan Hukum

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:38 WITA

Komisi II DPRK Aceh Utara Kunjungi BKSDA, Ada Apa

Berita Terbaru

Advetorial

Nasir Nurdin Bulatkan Tekad Nahkodai PWI Aceh Babak II

Minggu, 19 Jul 2026 - 13:08 WITA