Eks Panglima GAM Wilayah Linge : Ketidakadilan Pembangunan Ancam Perdamaian Aceh

Jumat, 16 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh I Newsline.id — Deputi Kebijakan dan Kajian Strategis Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Fauzan Azima, mengingatkan pemerintah dan seluruh pengambil kebijakan agar tidak mengabaikan keadilan dalam pelaksanaan pembangunan. Menurutnya, pemerataan kesempatan kerja dan pembagian manfaat pembangunan merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial serta keberlanjutan perdamaian Aceh yang telah berlangsung selama 21 tahun.

Fauzan menegaskan, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan segelintir orang, sementara masyarakat yang sedang berjuang mempertahankan kehidupan justru tersisih dari kesempatan ekonomi.

“Bagi sebagian orang, pekerjaan adalah jalan untuk menyambung hidup. Namun, bagi sebagian lainnya, pekerjaan justru menjadi sarana menumpuk kekayaan tanpa memedulikan nasib orang lain. Perbedaan kepentingan ini harus menjadi perhatian serius pemerintah dalam menentukan kebijakan pembangunan,” ujar mantan Panglima GAM Wilayah Linge tersebut, Jum’at, (16/10/26).

Ia menilai, persoalan tersebut semakin penting setelah bencana melanda sejumlah wilayah di Aceh. Bencana tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur dan permukiman, tetapi juga menghilangkan sumber penghasilan masyarakat serta memperlemah kemampuan ekonomi keluarga.

Menurut Fauzan, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah mungkin mendapatkan bantuan sosial karena masuk dalam kategori penerima bantuan. Namun, kelompok menengah yang turut kehilangan pekerjaan, mengalami penurunan pendapatan, atau kehilangan usaha juga menghadapi tekanan ekonomi yang berat, sementara mereka belum tentu memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan.

“Jangan sampai masyarakat kecil kehilangan pekerjaan, kelompok menengah kehilangan usaha, tetapi kesempatan untuk bangkit justru hanya berputar di kalangan tertentu. Pembangunan harus membuka peluang yang adil bagi masyarakat, bukan memperlebar kesenjangan,” tegas orang yang pernah dipercaya menjadi Ketua Yayasan Badan Pengelola Kawasan Ekosistem Lauser (BPKEL).itu.

READ  Mahasiswa Aceh Singkil Demo DPRK, Soroti Dana Pokir dan Desak RUU Perampasan Aset

Fauzan mengingatkan para pejabat dan pemegang kewenangan agar lebih peka membaca kondisi sosial masyarakat. Setiap keputusan anggaran, penentuan proyek, dan pembagian kesempatan kerja harus mempertimbangkan dampaknya terhadap kehidupan rakyat serta stabilitas keamanan.

Ia juga mengingatkan agar pembangunan tidak dijadikan ladang untuk mengejar setoran maupun memenuhi kepentingan pribadi dengan mengabaikan hak masyarakat.

“Jangan karena mengejar setoran, semua potensi pembangunan dikeruk untuk kepuasan pribadi. Kekuasaan dan anggaran publik harus digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan menjadi alat memperkaya kelompok tertentu,” ujarnya.

Menurut Fauzan, ketidakadilan ekonomi bukan sekadar persoalan pembagian proyek atau pekerjaan, melainkan dapat berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih luas apabila masyarakat terus merasa dipinggirkan dan kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah.

Karena itu, ia menilai stabilitas Aceh tidak cukup dijaga melalui pendekatan keamanan semata. Keadilan, pemerataan kesempatan, kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana, serta transparansi dalam pengelolaan pembangunan harus menjadi bagian penting dari upaya merawat perdamaian.

READ  Rp.917,7 Miliar Dana Bantuan Banjir Hidrometeorologi Besok Dicairkan Pemkab Aceh Tamiang

Fauzan mengingatkan bahwa perdamaian Aceh yang telah berjalan selama 21 tahun merupakan hasil dari perjalanan panjang dan pengorbanan banyak pihak. Perdamaian tersebut tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang akan bertahan dengan sendirinya tanpa keadilan sosial dan ekonomi.

“Perdamaian tidak cukup hanya diperingati setiap tahun. Perdamaian harus dirasakan masyarakat melalui kehidupan yang lebih baik, kesempatan kerja yang adil, dan pembangunan yang tidak hanya menguntungkan segelintir orang. Jangan sampai ketidakadilan dalam membagi kue pembangunan justru merusak perdamaian yang telah kita rawat selama 21 tahun,” pungkas penulis buku “Sang Griliyawan Memoar Panglima Wilayah Linge”

Penulis : Ama Robby

Editor : Ama Robby

Berita Terkait

Polda Aceh Serahkan Beasiswa Ustadz Adi Hidayat Dan Sahabat Untuk 2 Hafiz 30 Juz Al-Qur’an
Kapolri Luncurkan Program Quick Win, Kapolda Aceh Rangkul Pencari Kerja Melalui Poliran
Pekan Nasional Pelayanan Publik, FISIP UIN Ar-Raniry Hadirkan Orasi Ilmiah Ombudsman
Kunjungi Fakultas Hukum USM, DR Nurlis : Ini Pertemuan Dua Jubir Pemerintah Aceh
Hentakan Irjen Pol Ruddi, Cuma Butuh 6 Hari Amankan  22 Tersangka Dan 18 Kendaraan Kasus BBM Subsidi
Irjen Pol Ruddi Harapan Baru Masyarakat Aceh Dalam Penataan BBM Subsidi
Ketua MKD DPR RI Apresiasi Langkah Polda Aceh Tangkap Penimbun Solar
Pimpin Sertijab Wakapolda Aceh Brigjen Pol Latif Usman, Ini Harapan Kapolda
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Polda Aceh Serahkan Beasiswa Ustadz Adi Hidayat Dan Sahabat Untuk 2 Hafiz 30 Juz Al-Qur’an

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:40 WITA

Kapolri Luncurkan Program Quick Win, Kapolda Aceh Rangkul Pencari Kerja Melalui Poliran

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:54 WITA

Pekan Nasional Pelayanan Publik, FISIP UIN Ar-Raniry Hadirkan Orasi Ilmiah Ombudsman

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:24 WITA

Kunjungi Fakultas Hukum USM, DR Nurlis : Ini Pertemuan Dua Jubir Pemerintah Aceh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 00:05 WITA

Hentakan Irjen Pol Ruddi, Cuma Butuh 6 Hari Amankan  22 Tersangka Dan 18 Kendaraan Kasus BBM Subsidi

Berita Terbaru