Newsline.id, Aceh Singkil – Kebocoran kolam penampungan limbah milik PT Nafasindo di Kabupaten Aceh Singkil pada Sabtu (7/9/2025) pagi mencemari aliran Sungai Lae Gombar. Insiden ini menimbulkan keresahan warga, khususnya para nelayan yang kehilangan sumber mata pencaharian akibat ribuan ikan mati.
Manajemen perusahaan mengklaim kebocoran terjadi akibat curah hujan tinggi yang membuat kolam limbah nomor 9 meluap. Meski demikian, PT Nafasindo menegaskan kesiapannya untuk bertanggung jawab penuh atas dampak yang ditimbulkan.
Juru Ukur PT Nafasindo, Kiki Agus, mengatakan insiden tersebut diketahui sekitar pukul 07.00 WIB. Begitu mendapat laporan, tim perusahaan langsung turun melakukan penanganan darurat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebagai bentuk pertanggungjawaban, kami sudah menjumpai dua kepala desa dan masyarakat terdampak. Kami menyampaikan permohonan maaf sekaligus mencari solusi. Perusahaan juga berkomitmen menemui seluruh kepala desa di wilayah terdampak,” ujar Kiki, Pada Senin 8/9/2025.
Lebih lanjut, ia menyebut perusahaan akan memberikan kompensasi kepada masyarakat, terutama nelayan yang kehilangan penghasilan. Selain itu, PT Nafasindo berencana melakukan restocking dengan menabur benih ikan di sungai yang tercemar.
Pihak perusahaan juga menyatakan siap jika dilakukan pemeriksaan oleh aparat berwenang untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun kesengajaan dalam insiden tersebut.
Sebagai tindak lanjut, mediasi antara perusahaan, masyarakat, dan para kepala desa dijadwalkan berlangsung di Polres Aceh Singkil. Mediasi ini diharapkan menghasilkan kesepakatan bersama serta menjamin seluruh kerugian warga memperoleh kompensasi yang layak. (***)








