Newsline.id, Aceh Singkil – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil bersama Yayasan Hutan Tropis dan Arthworm menggelar Workshop Ketahanan Pangan Desa melalui BUMDes.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di Aula Bappeda Aceh Singkil ini diikuti perwakilan dari 20 desa, masing-masing menghadirkan ketua dan bendahara BUMDes.
Manager Program Arthworm, Mainul Syofian, mengatakan pelatihan ini bertujuan memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi desa, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Desa memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan keberlanjutan pangan bagi masyarakat. Karena itu, BUMDes harus mampu menjadi pusat pengelolaan dan pengembangan usaha pangan desa,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).
Workshop tersebut menitikberatkan pada empat aspek utama, yakni pemahaman regulasi dan kebijakan penggunaan Dana Desa untuk program ketahanan pangan, peningkatan kapasitas manajerial dan keuangan pengelola BUMDes, identifikasi potensi lokal dalam pengembangan usaha pangan, serta penyusunan rencana bisnis yang realistis dan terukur.
Menurut Mainul, metode pelatihan menggunakan pendekatan Pendidikan Orang Dewasa (POD) dengan kombinasi diskusi, studi kasus, simulasi, hingga praktik langsung.
Dari pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami regulasi, menyusun rencana usaha, serta mengelola keuangan BUMDes secara transparan dan akuntabel.
“Melalui pelatihan ini, BUMDes di Aceh Singkil diharapkan lebih inovatif dalam mengembangkan usaha pangan, mulai dari penyediaan sarana produksi pertanian, distribusi hasil panen, hingga pengolahan dan pemasaran produk lokal,” pungkasnya.(***)








