Puluhan Mahasiswa Terluka
Banda Aceh I Newsline.id — Aksi ribuan demonstrasi yang digelar Aliansi Rakyat Aceh (ARA), yang didukung mahasiswa dari beberapa kampus di Aceh, berlangsung di Kantor Gubernur Aceh sempat ricuh, massa mengaku mendapat tindakan represif dari pihak keamanan, Senin, (04/05/26).
Puncak ketegangan antara masa pendemo dan aparat adalah setelah Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir tidak dapat memenuhi tuntutan massa, yakni pencabutan Pergub Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Situasi semakin memanas ketika ada seorang oknum diduga melemparkan sebuah benda ke arah pihak keamanan, yang dalam hal ini adalah kepolisian.
Menanggapi hal tersebut, aparat kepolisian yang bertugas mengamankan aksi demo tersebut, mengeluarkan perlengkapan standart pengamanan seperti tongkat pemukul, tameng, dan water cannon. Kondisi itu memicu kemarahan massa aksi.
Bentrok antara massa aksi dan pihak kepolisian pun sempat tidak terhindarkan, dampak dari bernttokan tersebut menyebabkan sejumlah peserta aksi mengalami luka-luka, seperti luka di kepala, patah tulang, dan terjatuh.
Tindakan aparat yang dinilai represif tersebut dikecam keras oleh massa yang menggelar aksi.
Salah satu korban luka, Musyawalul, mahasiswa asal UBBG, mengalami luka di bagian kepala.
Aksi kemudian dibubarkan oleh pihak keamanan pukul 18.00 WIB. Meski demikian, massa aksi menyatakan tidak akan berhenti menyuarakan tuntutan mereka dan menyampaikan keterangan kepada media.
Koordinator lapangan, Misbah Hidayat, menyampaikan bahwa tujuan aksi tersebut adalah agar Pemerintah Aceh segera mencabut Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh. Namun, menurutnya, massa justru mendapat tindakan represif dari aparat kepolisian.
“Tujuan aksi ini agar Pemerintah Aceh segera mencabut Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh. Namun dalam aksi ini massa justru mendapat tindakan represif dari aparat kepolisian yang menyebabkan beberapa peserta aksi terluka,” ujar Misbah kepada awak media.
Mesk8 aksi berakhir, masa tetap melakukan konsolidasi, karena tuntutan mereka belum dijawab oleh Pemerintah Aceh. Mereka juga menyatakan akan kembali menggelar aksi demonstrasi pada kesempatan berikutnya.
“Pemerintah Aceh belum memenuhi tuntutan kami untuk mencabut Pergub JKA, oleh karena itu, kami akan lakukan aksi yang lebih besar lagi,” ujar seorang aksi yang enggan indentitasnya disebutkan.
Penulis : M Farid S
Editor : Ama Robby








