Aceh Utara I Newsline.id — Transformasi pendidikan digital terus mendorong guru untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih inovatif, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Menjawab kebutuhan tersebut, tim dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Malikussaleh melaksanakan kegiatan VR-Edu Innovation.
Kegiatan tersebut adalah pendampingan guru dalam Pengembangan Konten Pembelajaran Imersif Berbasis Virtual Reality untuk Mendukung Transformasi Pendidikan Digital.
Unimal VR-Edu Inovation dilaksanakan selama dua hari, 23–24 September 2026, di SMA Negeri 2 Dewantara, Kabupaten Aceh Utara dan diikuti oleh 25 orang guru. Kegiatan ini diketuai oleh Dosen FKIP Unimal, Arlin Maya Sari, S.Si., M.Si.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, para guru mendapatkan pendampingan secara langsung dalam mengenal, merancang, dan mengembangkan konten pembelajaran imersif dengan memanfaatkan teknologi Virtual Reality (VR) melalui aplikasi MilleaLab. Platform tersebut dimanfaatkan untuk membantu guru menciptakan lingkungan belajar virtual yang dapat menghadirkan pengalaman pembelajaran lebih kontekstual dan interaktif.
Menurut Arlin, perkembangan teknologi digital perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas guru agar teknologi tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna.
“Melalui VR-Edu Innovation, kami ingin membantu guru tidak hanya mengenal teknologi Virtual Reality, tetapi juga mampu mengembangkan konten pembelajaran sendiri yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. Guru merupakan aktor penting dalam transformasi pendidikan, sehingga penguatan kompetensi digital guru menjadi bagian yang sangat strategis,” ujar Arlin, Jum’at, (25/09/26).
Selama dua hari pelaksanaan, peserta tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga mengikuti praktik dan pendampingan dalam mengembangkan konten pembelajaran berbasis VR menggunakan MilleaLab. Guru diarahkan untuk menuangkan materi pembelajaran ke dalam lingkungan virtual sehingga dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang lebih imersif.
Kepala SMA Negeri 2 Dewantara, Hasbi, S.Pd., M.S.M., menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan pendampingan seperti ini memberikan kesempatan bagi guru untuk mengenal teknologi pembelajaran yang dapat dikembangkan dan diterapkan di sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan VR-Edu Innovation yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Dewantara. Kehadiran teknologi Virtual Reality memberikan wawasan baru bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih menarik dan inovatif. Kami berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat terus dikembangkan dan diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas,” ungkap Hasbi.
Melalui kegiatan VR-Edu Innovation, FKIP Universitas Malikussaleh dan SMA Negeri 2 Dewantara turut memperkuat kolaborasi dalam pengembangan kompetensi digital guru. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pemanfaatan teknologi VR untuk menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan pendidikan digital.
Penulis : Ama Robby
Editor : Ama Robby










