Jenewa | newsline.id — Delegasi Pengurus serikat pekerja asal Israel dan sekutunya berusaha menghalangi keberadaan peserta asal negara Palestina yang menghadiri konferensi perburuhan ditingkat Internasional di Jenewa, Swiss.
Namun upaya boikot Israel dan anteknya terhadap kehadiran peserta Palestina tersebut mendapat tentangan dan penolakan dari berbagai negara peserta.
Hal itu diungkapkan Ketua Umum Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Pertanian Perkebunan-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSPPP-SPSI) Saadi Salim Pamungkas kepada newsline.id, yang dihubungi via telpon selulernya, Jumat, (3/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saat sedang berlangsung sidang atau konfrensi pekerja internasional di Geneva, Swiss. Banyak berita penting untuk di perhatikan bersama tentang kekuatan buruh atau pekerja Indonesia dan paktor-paktor hambatan yang terjadi. Dalam penetapan awal unsur unsur keberadaan dan hak penuh para peserta di conferensi ini mulai terlihat,” ujar Saadi.
Saadi menyatakan, Israel dan Amerika mulai mencoba menghalangi keberadaan dan kehadiran peserta asal negara Palestine yang didelegasikan dalam konferensi di hari awal sidang.
Imbuh Sa’adi, peserta asal Israel mengatakan dan berpendapat bahwa Palestina tidak bisa memiliki hak penuh atas kehadirannya dalam konfrensi tersebut. Kebebasan dan keaktifkan Palestine mulai dikebiri oleh Israel.
Namun berdasarkan pantauan dari Saadi sebagai peserta dalam acara tersebut memiliki penilaian sekitar 80 persen negara peserta memihak Palestine.
Dan berdasarkan kesepakatan /rembukan yang di lakukan antara pekerja Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh ketua umum PP SPPP SPSI, Saadi Salim Pamungkas dan J. Dartha Pakpakhan selaku ketua delegasi Indonesia, Pemerintah dan pengusaha sepakat memihak pada negara Palestine.
“Mengapa kita memihak Palestine?,
Tentu ada sebab. Diantara tentang HAM. Hak hidup warga Palestina, keberadaan pekerja /buruh Palestine yg di hancurkan oleh penjahat dunia yaitu Israel yang selama ini di Beck up oleh AS dan sekutunya,” ujar Saadi.
Diungkapkan Saadi, saat delegasi Serikat pekerja Indonesia melakukan dialog sosial diruang komite Recurrent Discussion Committee (CDR), pengamatan ketua umum PP FSPPP yang merupakan peserta dalam ruang rapat dialog sosial, perihal yang awalnya negara Israel bersama kroni-kroninya melakukan blokade kebebasan bagi negara Palestine sebagai peserta aktif dalam confrensi di Jenewa, Swiss ini.
“Maka berdasarkan hasil voting melalui email bagi seluruh peserta dalam confrensi ini telah menghasilkan keputusan penting yg memenangkan Palestine sebagai peserta yg memiliki Hak penuh atas keberadaan dalam forum dunia internasional di confrensi ini,” jelas Saadi.
Penulis : Suparmin
Editor : Ama Robby








