Isu Gas Blok Andaman, Ketua MPC PP Aceh Utara : Jika Pusat Tidak Peduli Mualem Kami Akan Demo Besar-besaran

Selasa, 2 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Aceh Utara, Ali Kuba dengan tegas nyatakan dukungannya atas langkah Ģebernur Aceh, Muzakir Manaf merjuangkan kepentingan rakyat Aceh dalam Pengembangan South Andaman.

Pernyataan tersebut disampaikan Tgk Ali sapaan akrab Ali Kuba kepada Newsline.com, Selasa, (02/06/26).

Menurut Ali, upaya Mualem; sapaan Gubernur Aceh dalam memperjuangkan kepentingan Aceh dalam pengembangan Wilayah Kerja (WK) South Andaman adalah satu upaya seorang pemimpin Aceh yang harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat Aceh.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini menurut Ali, langkah yang ditempuh Mualem menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Aceh dalam memastikan pengelolaan sumber daya alam di Aceh benar-benar memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Aceh.

“Perjuangan Mualem ini jangan dianggap sebagai bentuk penghambat investasi, tapi Mualem sedang memastikan adanya keseimbangan antara kepentingan nasional dan kepentingan masyarakat Aceh dimana Aceh memiliki keistimewaan yang tertuang dalam UUPA dan MOU Helsyinki,” ujar Ali.

READ  Dana BUMDes Diduga Dikuasai Kades Sebatang, Warga Tagih Ketegasan Bupati Aceh Singkil

Selaku pimpinan Ormas yang berbasis nasional, Ali menerangkan, bahwa Aceh memiliki potensi dan fasilitas pendukung yang mumpuni, sehingga harus menjadi perhatian dalam perencanaan pengembangan sektor migas.

Oleh sebab itu, lanjur Ali, Pemerintah Pusat agar menganulir aspirasi Pemerintah Aceh, hal ini dilakukan demi terbukanya ruang bagi kepentingan daerah, terutama kepentingan masyarakat Aceh seluruhnya.

“Atas nama pribadi dan Oraganisasi Pemuda Pancasila, saya nyatakan mendukung penuh langkah Mualem dalam memperjuangkan hak dan kepentingan Aceh. Karena kekayaan alam Aceh harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh, dengan dikelolanya Gas tersebut di Aceh maka akan membuka lapangan pekerjaan, mendorong investasi yang sehat, serta memperkuat kemajuan perekonomian Aceh,” terang mantan Ketua KNPI Aceh Utara tersebut.

Lebih lanjut Ali mengenakan, bahwa jika langkah Mualem atau permohonan Gubernur Aceh tersebut tidak diindahkan oleh Pemerintab Pusat, maka ia selaku Ketua MPC PP Aceh Utara akan melakukan demo besar-besaran guna menuntut Pemetintah Pusat untuk memenuhi permintaan Mualem dalam hal pengelolaan migas Blok Andaman.

READ  Teras Pemuda Leuser Dan IPMAT Banda Aceh Gelar Kampanye Lingkungan

“Jika permohonan Mualem selaku Kepala Pemerintah Aceh tidak dipindahkan, saya nyatakan kami akan melakukan demo besar-besaran, ini bukan hanya masalah keputusan pengelolaan dan lapangan kerja, tapi ini adalah marwah dan harga diri Aceh yang memiliki UUPA dan juga MOU Helsyinki, saya yakin semua pihak dapat memahami dan menghargai hal itu,” tegas Ali Kuba.

Dalam kesempatan itu, Ali juga menyampaikan harapan yang mendalam kepada Mualem selaku Gubernur Aceh, dimana menurut pandangan Ali, sudah saatnya Mualem mengajak para pakar migas asal Aceh yang sudah melanglang buana didunia migas dengan pegabdian mereka di PT Arun sehingga mereka mendapat tempat untuk bekerja diluar Aceh bahkan tidak sedikit yang saat ini sudah mendapatkan posisi strategis di perusahaan migas luar negeri.

READ  DLHK Dan BPHL Aceh Bekukan Operasional 3 Perusahaan Pengelola Pinus, Ini Sebabnya

Menurut Ali hal ini sangat penting dilakukan Mualem, mengingat Block Migas Andaman adalah suatu ladang migas raksasa yang tentu butuh penanganan oleh orang-orang yang sudah berpengalaman dan memiliki pemahaman dalam penanganan masalah tersebut, hingga kita punya baigaining dalam upaya mempertahankan apa yang menjadi harapan dan kedinginan kita dalam pengelolaan migas tersebut.

“Kita berharap agar Mualem sudi kiranya memanggil secara resmi para ahli migas asal Aceh yang sudah melanglang buana didunia migas selama berpuluh tahun, sehingga mereka dipakai baik tenaga dan fikirannya oleh perusahaan migas baik diluar Aceh maupun diluar negeri. Mari kita kesampingkan ego sektoral kita demi terjalin suatu kebersamaan yang saking melengkapi dan saling mendukung satu sama lainnya, sehingga tercapai kepentingan kita bersama,” tutup Ali Kuba.

Penulis : Ama Robby

Editor : Ama Robby

Berita Terkait

Jangan Asal Cap PETI, APRI: Penambang Rakyat Bukan Penjahat, Negara Harus Bedakan Mana Cukong Tambang
Rehab Pasca Bencana Aceh, PETA : BUMN Utamakan Tenaga Kerja Lokal
Gubernur Aceh Kirim.Utusan Temui Sekretariat Negara, Bahas Implementasi MoU Helsinki Dan Keberlanjutan Perdamaian Aceh
40 Perwakilan SPPP-SPSI Se-Provinsi Jambi Ikuti Pelatihan PPHI, K3 Dan Hukum
Nasir Nurdin Bulatkan Tekad Nahkodai PWI Aceh Babak II
Perta Arun Gas Gelar Jum’at Bersih, Agus Mukorobin : Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih Dan Sehat
Komisi II DPRK Aceh Utara Kunjungi BKSDA, Ada Apa
Komandoi STARFINFO, Wiga Putra Bener Meriah : Saya Siap Bawa Inovasi Indonesia Ke Panggung Global
Berita ini 125 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 16:01 WITA

Jangan Asal Cap PETI, APRI: Penambang Rakyat Bukan Penjahat, Negara Harus Bedakan Mana Cukong Tambang

Senin, 27 Juli 2026 - 15:39 WITA

Rehab Pasca Bencana Aceh, PETA : BUMN Utamakan Tenaga Kerja Lokal

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:01 WITA

Gubernur Aceh Kirim.Utusan Temui Sekretariat Negara, Bahas Implementasi MoU Helsinki Dan Keberlanjutan Perdamaian Aceh

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:32 WITA

40 Perwakilan SPPP-SPSI Se-Provinsi Jambi Ikuti Pelatihan PPHI, K3 Dan Hukum

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:08 WITA

Nasir Nurdin Bulatkan Tekad Nahkodai PWI Aceh Babak II

Berita Terbaru

Advetorial

Nasir Nurdin Bulatkan Tekad Nahkodai PWI Aceh Babak II

Minggu, 19 Jul 2026 - 13:08 WITA