Aceh Tamiang | newsline.com — Kondisi pengunjung Pasar pagi Kota Kuala Simpang pada hari Meugang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah tahun 2026 meningkat drastis.
Meugang adalah tradisi masyarakat Aceh memasak dan menyantap daging sapi atau kerbau yang dilakukan secara turun-temurun. Tradisi ini dilaksanakan tepat satu hari sebelum bulan Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha sebagai wujud rasa syukur dan ajang mempererat silaturahmi.
Asal-usul Meugang sendiri adalah Tradisi yang berasal dari masa Kerajaan Aceh di bawah pimpinan Sultan Iskandar Muda, di mana pihak kerajaan menyembelih hewan dalam jumlah banyak dan membagikannya secara gratis kepada rakyat sebagai tanda syukur atas kemakmuran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan pantauan, kepadatan masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang yang berbelanja, baik yang berbelanja daging maupun belanja bahan lainnya untuk kebutuhan Hari Raya Idul Adha didalam pasar menyebabkan sulitnya melintas.
“Ramai kali, sampai kesulitan untuk berbelanja dari satu tempat ke tempat yang lainnya,” ujar Sri (35th) warga Kecamatan Rantau, yang ditemui di PasR Pagi Kota Kuala Simpang, Selasa (26/05/26).
Menurut Sri, di hari megang Idul Adha, rata-rata harga bahan kebutuhan pokok di Pasar pagi Kota Kuala Simpang mengalami kenaikan harga.
“Saya baru saja nyampai, jadi belum banyak berbelanja bahan kebutuhan, hanya daging sapi, daging ayam dan cabai saja,” ujarnya.
Disebutkan Sri, harga daging sapi senilai Rp. 170.000 per kilogram. Sedangkan ayam merah potong perekor dibandrol dengan harga Rp.60.000 perekor.
Penulis : Suparmin
Editor : Ama Robby








