FSPPP-SPSI CS Berhasil Perjuangkan Perlindungan Pekerja Sektor Ekonomi Platform Tingkat Internasional

Sabtu, 13 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenewa | newsline.id — Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Serikat Pekerja Pertanian Dan Perkebunan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSPPP-SPSI) Saadi Salim Pamungkas menyampaikan, di komite ekonomi Platform, Delegasi Indonesia di International Labour Conference (ILC), disesion ke – 114 berhasil mengawal lahirnya Konvensi ILO No. 193, sebagai Tonggak Sejarah Perlindungan Pekerja Digital Dunia.

“Pada tanggal 11 Juni 2026 kemarin, International Labour Conference Session ke-114 di Jenewa, Swiss, mencatat sejarah baru dengan disepakatinya Konvensi ILO Nomor 193 tentang Ekonomi Platform, sebuah instrumen hukum internasional yang menjadi landasan perlindungan bagi jutaan pekerja platform digital di seluruh dunia,” ujar Saadi, Sabtu (13/6/2026) melalui Ponselnya kepada newsline.id.

Dikatakan Saadi, pengesahan konvensi tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan pembahasan intensif, negosiasi, dan dialog tripartit antara unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja dari berbagai negara anggota Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam menjawab tantangan dunia kerja di era digital yang terus berkembang pesat” ucap Saadi.

Di berbagai negara, ujar Saadi, delegasi yang berhasil mengawal lahirnya sebuah konvensi internasional sering mendapatkan penghormatan yang sangat tinggi dari negara dan masyarakatnya.

“Mereka dipandang sebagai duta bangsa yang telah berjuang membawa nama baik negara sekaligus berkontribusi dalam membentuk norma dan standar internasional yang berdampak bagi jutaan pekerja di seluruh dunia,” ungkapnya.

READ  Masyarakat Aceh Tengah Gayo Lues Soroti PT. JMI Terkait Usulan PBPH Getah Pinus, Minta Akses Legal untuk Berusaha

Lebih lanjut disebutkannya, tidak sedikit negara yang memberikan apresiasi khusus kepada para delegasi yang telah berhasil memperjuangkan kepentingan nasional dan kepentingan pekerja dalam forum internasional.

Selain mendapatkan dukungan dan pengawalan penuh dari pemerintah selama proses perundingan berlangsung, para delegasi tersebut juga kerap disambut secara resmi saat kembali ke negaranya.

Bahkan di beberapa negara, para delegasi yang sukses mengawal lahirnya sebuah konvensi internasional disambut langsung oleh Presiden atau Kepala Negara di bandara layaknya pahlawan yang baru pulang dari medan perjuangan diplomasi internasional.

Kehadiran mereka dianggap membawa kehormatan, kebanggaan, dan prestasi gemilang bagi bangsa di mata dunia.

Penghormatan tersebut bukan tanpa alasan, proses pembentukan sebuah konvensi ILO membutuhkan waktu bertahun-tahun,

Kemampuan diplomasi yang tinggi, penguasaan substansi ketenagakerjaan, serta kemampuan membangun konsensus di tengah perbedaan kepentingan negara-negara anggota.

Setiap pasal yang disepakati merupakan hasil perjuangan panjang yang akan menjadi standar internasional bagi dunia kerja di masa depan.

Kata Saadi, Indonesia menjadi salah satu negara yang turut aktif dalam proses pembahasan hingga lahirnya Konvensi ILO No. 193.

Delegasi Indonesia yang terdiri dari unsur pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja/buruh secara konsisten menyuarakan pentingnya perlindungan pekerja dalam ekonomi platform digital.

READ  DLHK Dan BPHL Aceh Bekukan Operasional 3 Perusahaan Pengelola Pinus, Ini Sebabnya

Salah satu delegasi pekerja Indonesia, Saadi Salim Pamungkas , yang juga sebagai ketua umum PP FSPPP SPSI sekaligus Sekretaris Bidang Vokasi dan pendidikan Tinggi DPP KSPSI, serta Koordinator JAPBUSI di Indonesia, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan pengesahan konvensi tersebut.

“Alhamdulillah, Committee on Platform Economy akhirnya berhasil melahirkan Konvensi ILO Nomor 193 tentang Ekonomi Platform. Ini merupakan sejarah baru bagi dunia kerja internasional dan menjadi kemenangan bagi pekerja di seluruh dunia,” sebut Sa’adi.

Saadi juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia yang memiliki semangat dan pandangan yang sama dengan serikat pekerja dalam memperjuangkan perlindungan pekerja di sektor ekonomi platform.

Konvensi ILO No. 193 mengatur berbagai prinsip penting, antara lain pengakuan hak-hak dasar pekerja platform, perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja, akses terhadap jaminan sosial, perlindungan dari diskriminasi, transparansi penggunaan algoritma digital, perlindungan data pribadi pekerja, hak untuk berorganisasi, serta penguatan dialog sosial.

Menurut Saadi Salim, dengan lahirnya konvensi ini membuktikan bahwa dialog sosial dan kerja sama tripartit tetap menjadi instrumen terbaik dalam menghadapi perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi digital.

“Kami berharap hasil perjuangan ini tidak berhenti di Jenewa, tetapi dapat segera diimplementasikan oleh negara-negara anggota ILO, termasuk Indonesia, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para pekerja platform digital yang jumlahnya terus bertambah dari tahun ke tahun,” tambahnya.

READ  Selesai Dibangun Pasca Bencana, Warga Gelar Syukuran Di Jembatan Aramco

Menjelang berakhirnya ILC Session ke-114, delegasi Indonesia bersiap kembali ke Tanah Air dengan membawa hasil bersejarah yang akan menjadi bagian penting dalam perkembangan hukum ketenagakerjaan internasional. Keikutsertaan Indonesia dalam mengawal lahirnya Konvensi ILO No. 193 menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga bagian dari aktor yang turut membentuk masa depan dunia kerja global.

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Para delegasi yang hadir di Jenewa sejatinya tidak hanya mewakili organisasi atau institusi masing-masing, tetapi membawa amanah bangsa untuk memperjuangkan keadilan sosial dan perlindungan pekerja di tingkat internasional.

Di banyak negara, capaian seperti ini dipandang sebagai prestasi nasional yang membanggakan, sehingga para delegasi yang terlibat mendapatkan penghormatan layaknya pahlawan bangsa karena telah mengharumkan nama negara melalui jalur diplomasi internasional.

Lahirnya Konvensi ILO Nomor 193 tentang Ekonomi Platform akan dikenang sebagai salah satu capaian penting ILC 114 dan menjadi warisan berharga bagi generasi pekerja masa kini maupun masa depan dalam menghadapi transformasi dunia kerja yang semakin digital dan global.

“Hidup Buruh! Hidup Tripartit! Hidup Solidaritas Internasional!
Keadilan Sosial untuk Semua Pekerja di Dunia,” tandas Saadi Salim.

Penulis : Suparmin

Editor : Ama Robby

Berita Terkait

Innalillahi, Mantan Gubernur Aceh Dr. Zaini Abdullah Wafat BRA Sampaikan Duka
Sidang ILO Di Jenewa Soroti Maraknya Perusahan Perkebunan Indonesia Pekerjakan Anak Dibawah Umur
Gas Aceh Blok Andaman, Senator Azhari Cage : Pusat Jangan Picu Konflik Di Aceh
Hasil Voting Permalukan AS-Israel, Delegasi Palestina Melenggang Bebas di Konferensi Perburuhan Internasional di Jenewa
Isu Gas Blok Andaman, Ketua MPC PP Aceh Utara : Jika Pusat Tidak Peduli Mualem Kami Akan Demo Besar-besaran
Polemik PT JMI, Ketua KPA Aceh Tengah : APH Jangan Abaikan Keputusan Pemerintah Aceh
Dukung Ketahanan Pangan, Pertamina EP Normalisasi Irigasi Warga
Idul Adha, PT Perta Arun Gas Sembelih 18 Ekor Sapi Dan 15 Ekor Kambing Untuk Warga
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:49 WITA

FSPPP-SPSI CS Berhasil Perjuangkan Perlindungan Pekerja Sektor Ekonomi Platform Tingkat Internasional

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:38 WITA

Innalillahi, Mantan Gubernur Aceh Dr. Zaini Abdullah Wafat BRA Sampaikan Duka

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:37 WITA

Sidang ILO Di Jenewa Soroti Maraknya Perusahan Perkebunan Indonesia Pekerjakan Anak Dibawah Umur

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:09 WITA

Gas Aceh Blok Andaman, Senator Azhari Cage : Pusat Jangan Picu Konflik Di Aceh

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:42 WITA

Hasil Voting Permalukan AS-Israel, Delegasi Palestina Melenggang Bebas di Konferensi Perburuhan Internasional di Jenewa

Berita Terbaru