
Newsline.id, Aceh Singkil – Di tengah gencarnya program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, masih ada warga yang luput dari perhatian. Salah satunya adalah Nek Yati (58), warga Kampung Sianjo-anjo Meriah, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, yang hingga kini hidup di rumah tidak layak huni tanpa pernah mendapat bantuan.
Nek Yati tinggal bersama dua anaknya di rumah berukuran sekitar 4×8 meter yang kondisinya memprihatinkan. Lantai papan sudah lapuk, dinding rapuh dimakan usia, bahkan kamar mandi hanya ditutupi tenda seadanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sejak dulu saya tidak pernah dapat bantuan rumah. Padahal saya penduduk asli sini. Saya hanya bisa pasrah dengan keadaan ini,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca, Rabu (3/9/2025).
Untuk bertahan hidup, ia bekerja serabutan sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan rata-rata Rp70 ribu per hari, itupun tidak menentu. Penghasilan tersebut harus dibagi untuk kebutuhan sehari-hari keluarganya.
Kondisi kedua anaknya pun memprihatinkan. Anak sulung mengalami keterbatasan fisik sehingga tidak bersekolah, sementara anak bungsu yang berusia 28 tahun juga terpaksa putus sekolah dan bekerja serabutan karena faktor ekonomi.
“Kalau bisa, saya sangat berharap Bupati Aceh Singkil bisa membantu membangunkan rumah yang layak, agar di masa tua saya ini bisa tinggal dengan tenang,” kata Nek Yati.
Pantauan di lokasi menunjukkan, rumah yang ditempati Nek Yati tidak lagi layak huni. Kerusakan terjadi hampir di seluruh bagian, baik lantai maupun dinding yang sudah lapuk. Kondisi ini membuat keluarga tersebut terancam dari sisi kesehatan maupun keselamatan. (***)








