Senator Azhari Cage Minta Aparat Tindak Tegas Dugaan Kekerasan Terhadap Warga Aceh di Jawa Barat

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta I Newsline.id  – Senator DPD RI asal Aceh, Azhari Cage SIP, dengan tegas meminta aparat keamanan untuk menindak pelaku tindak kekerasan terhadap warga asal Aceh yang bekerja sebagai SPPG Rajamandala Kulon 2, Cipatat, Bandung Barat, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Dugaan tindak kekerasan berupa penganiayaan dan pengeroyokan terjadi terhadap seorang warga Aceh bernama Muhammad Khatami Maulana yang bertugas sebagai Kepala SPPG di SPPG Rajamandala Kulon 2, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 20.45 WIB.

“Kita minta aparat keamanan menindak tegas. Jangan sampai kasus seperti ini terus terulang di masa depan,” ujar Azhari Cage, di Gedung DPD RI, Jakarta, Senin, (4/05/ 2026).

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kata Cage, peristiwa tersebut terjadi di area dapur tempat korban bekerja, saat korban tengah berada di lokasi bersama seorang penanggung jawab dapur (PIC) dari pihak mitra. Situasi yang awalnya normal berubah menjadi aksi kekerasan ketika dua orang pria yang datang menggunakan kendaraan roda empat secara tiba-tiba melakukan penyerangan.

READ  Dukung Ketahanan Pangan, Pertamina EP Normalisasi Irigasi Warga

Kemudian, lanjut Cage korban yang tidak mengetahui persoalan yang melatarbelakangi kedatangan pelaku, justru menjadi sasaran kekerasan setelah pelaku gagal menemukan pihak yang dituju. Meskipun korban telah berupaya menjelaskan bahwa dirinya tidak terkait dengan permasalahan yang ada, pelaku tetap melakukan tindakan kekerasan.

D8ketahui akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka fisik, terutama di bagian kepala, dan telah mendapatkan penanganan medis. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran atas keselamatan pekerja serta pentingnya perlindungan hukum di lingkungan kerja.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, insiden ini diduga berkaitan dengan persoalan pribadi antara pelaku dan pihak mitra kerja terkait proyek di luar aktivitas dapur. Selain itu, pelaku diduga datang dalam kondisi dipengaruhi alkohol.

READ  Warga Patok Lahan Socfindo, Ingatkan Perusahaan Taat Hukum untuk Hindari Gesekan

Disebutkan bahwa kedua pelaku terdiri dari satu orang yang diduga oknum aparat dan satu orang warga sipil. Namun demikian, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Peristiwa ini telah dilaporkan ke Kepolisian Sektor setempat. Diharapkan aparat penegak hukum dapat menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan akuntabel, serta memberikan perlindungan maksimal kepada korban.

“Kami mengecam segala bentuk kekerasan dan mendesak agar proses hukum berjalan secara adil tanpa pandang bulu,” kata eks kombatan GAM di era konflik Aceh ini.

“Program makan bergizi gratis adalah program presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Jika ada yang bertindak melawan hukum terhadap pekerja tersebut berarti telah mengganggu program pak presiden dan aparat harus mengambil tindakan tegas terhadap hal ini,” timbal Cage.

READ  Dua Buronan Curas Maut Pekan Baru Dibekuk Polres Aceh Tengah

Dalam kesempatan itu, mantan anggota DPR Provinsi Aceh dari Partai Aceh (PA) ini dengan tegas meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dan menghukum pelaku pengeroyokan warga Aceh yang jadi kepala SPPG di Ciputat Jawa barat.

“Saya meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dan menghukum pelaku pengeroyokan warga Aceh yang jadi kepala SPPG di Ciputat Jawa barat,” tegas Cage.

 

Ama Robby

Penulis : Ama Robby

Editor : Ama Robby

Sumber Berita: Senator Azhari Cage

Berita Terkait

Polemik PT JMI, Ketua KPA Aceh Tengah : APH Jangan Abaikan Keputusan Pemerintah Aceh
Dukung Ketahanan Pangan, Pertamina EP Normalisasi Irigasi Warga
PT Ensem Lestari Kebal Hukum, Mahasiswa Tuding Pemerintah Aceh Tutup Mata
Dinkes Lhokseumawe Sidak SPPG Dini Hari, Ada Apa ?
6 Bulan Pasca Musibah Hidrometeorologi Aceh Sumatera, Sawah Di Aceh Tamiang Mulai Direhabilitasi
Perahu Diterjang Ombak, Nelayan Sungai Kuruk Tiga Hilang
Pengusulan Status Pahlawan Nasional Aman Nyerang dan Tengku Tapa, Mahasiswa Desak Dukungan Pemkab Aceh Tengah Dan Bener Meriah
Sita 62 Kg Ganja, 2 Pelaku Diringkus Satresnarkoba Polres Aceh Tengah
Berita ini 203 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:50 WITA

Polemik PT JMI, Ketua KPA Aceh Tengah : APH Jangan Abaikan Keputusan Pemerintah Aceh

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:23 WITA

Dukung Ketahanan Pangan, Pertamina EP Normalisasi Irigasi Warga

Senin, 25 Mei 2026 - 14:15 WITA

PT Ensem Lestari Kebal Hukum, Mahasiswa Tuding Pemerintah Aceh Tutup Mata

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:27 WITA

Dinkes Lhokseumawe Sidak SPPG Dini Hari, Ada Apa ?

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:39 WITA

6 Bulan Pasca Musibah Hidrometeorologi Aceh Sumatera, Sawah Di Aceh Tamiang Mulai Direhabilitasi

Berita Terbaru

Sosial Budaya

Dukung Ketahanan Pangan, Pertamina EP Normalisasi Irigasi Warga

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:23 WITA